Saturday, March 17, 2012

Mengapa KIta Memeluk Agama Islam? - Kajian Lentera Mahadaya; Minggu, 11 Maret 2012




Mengapa kita memeluk agama Islaam?
 
Agama samawi, berasal dari as samaa’i (langit), jadi agama dari langit, agama yang turun berdasarkan wahyu dari Allaah.
 
Agama bumi, dibuat dan direkasaya oleh manusia, misalnya agama Jawa -> kejawen -> dibuat oleh Empu-Empu.
 
Dan inilah mengapa kita memeluk agama Islaam:
 
Berdasarkan keautentikan kitab suci. Bicara autentik, al Qur’an sangat dijaga keasliannya dari 1500 tahun yang lalu dan yang menjamin keasliannya adalah Allaah swt langsung, seperti dalam firman di bawah ini:
 
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian al Qur’an selama-lamanya). (QS 15: al Hijr ayat 9)
 
Tidak ada seorang manusiapun yang mampu menuliskan kalimat Allaah:
 
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambah kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allaah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 31:27)
 
Katakanlah; “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS 18: al Kahfi ayat 109)
 
Dan Allaah-pun menantang apakah ada yang mampu membuat satu surat saja:
 
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allaah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS 2: al Baqarah ayat 23)
 
Penjelasan bahwa seluruh Nabi berserah diri pada Allaah dan tunduk patuh kepada-Nya:
 
Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allaah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS 2: al Baqarah ayat 136)
 
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allaah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS 3: Ali ‘Imran ayat 67)
 
Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu: Ibrahim, Isma’il dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS 2: al Baqarah ayat 133)
 
      Dan berjihadlah kamu pada jalan Allaah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah milih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allaah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allaah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS 22: al Hajj ayat 78)
 
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allaah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allaah mereka dikembalikan. (QS 3: Ali ‘Imran ayat 83)
 
Sesunguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allaah hanyalah Islaam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allaah maka sesugguhnya Allaah sangat cepat hisab-Nya. (QS 3: Ali ‘Imran ayat 19)
 
Pesan Allaah bahwa agama Islaam adalah agama yang sempurna:
 
Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islaam itu jadi agama bagimu. (QS 5: al Maa-idah ayat 3)
 
Dia menurunkan al Kitab (al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. (QS 3: Ali ‘Imran ayat 3)
 
Al Islaamu ya’lu wa laa yu’laa alaih – Islaam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya ….
 
Maka tidak ada satupun yang bisa membandingkan agama Islaam dengan agama lain, karena agama Islaam sudah sempurna dan satu-satunya agama yang benar dan diterima Allaah swt.
 
Penjelasan Ustadz Angga, merupakan ‘ilmu dari al Qur’an yang didisampaikan kepada jamaah dan ketika jamaah menerimanya pun juga harus yakin bahwa itu firman Allaah swt yang dijamin 100 persen kebenarannya.
 
Siapapun yang berkata: itu khan kata al Qur’an, nah jawaban brilian adalah bahwa al Qur’an kitab yang autentik, di belahan dunia manapun al Qur’an tetap terjaga dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Arab, hanya terjemahan disesuaikan dengan bahasa setempat. Dan al Qur’an adalah penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
 
Lalu bagaimana kita tahu bahwa al Qur’an yang ada di Amerika sama dengan al Qur’an di Eropa, Asia? Jawabannya ada pada surat 15 ayat 9 (tersebut diatas) dan juga banyak para penghafal al Qur’an di setiap generasi dari usia muda hingga usia sepuh.
 
Bagaimana kita yakin bahwa apa yang dalam al Qur’an itu benar?, jawabannya adalah, mari kita baca, belajar, memahami, maka tidak akan ada keraguan untuk mengimaninya. Dan tentunya belajar kepada orang yang memahami al Qur’an, bukan dari sembarang orang.
 
Kita tidak mempunyai kemampuan memberi hidayah, namun yang bisa kita lakukan memberikan contoh yang baik seperti yang dilakukan Rasul shallallaahu ‘alaihi wassalaam, tentu dengan ‘ilmu dan mendo’akan. Tidak hanya untuk non-muslim namun juga untuk yang muslim, semua perlu belajar.
 
Yang imannya sudah baik, juga diperlukan cara untuk menjaganya, dengan memilih teman/lingkungan yang bisa mengingatkan, menghadiri majelis ta’lim, membaca buku-buku yang bisa dipilih sesuai kebutuhan/asupan iman.
 
Wallaahu ‘alam bishshawab …




1 comment: